home

Kamis, 07 Januari 2010

“Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah,niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”
(QS.At-Thalaq:3)

MEWUJUDKAN TAWAKKAL YANG BENAR DIDALAM DIRI SESEORANG.

Menurut Ibnu Qayyum al-Jauziyah,ada beberapa unsur atau keadaan yang saling terkait,yang mewujudkan tawakkal yang benar didalam diri seseorang , yaitu: Pertama, Ma’rifah,pengetahuan atau pengenalan yang benar tentang Allah dan segala sifat-Nya,seperti qudrah-Nya,kekayaan-Nya,ilmu-Nya dan terjadinya segala sesuatu dari kehendak dan ketetapan-Nya. Kedua, kemantapan hati dalam tauhid,karena sesungguhnya tidak dianggap benar atau lurus tawakkal seorang hamba, sehngga lurus atau benar pula tauhidnya,yakni ketergantungan mutlak kepada Allah. Ketiga, bergantungnya hati dan menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah,dengan disertai perasaan tenang,karena tidak ada lagi ketakutan dalam dirinya atas apa yang telah diusahakannya. Dan ia tidak boleh hanya berpangku tangan,akan tetapi harus tetap berusaha. Keempat,berbaik sangka kepada Allah . Kelima,menyerahkan segala harapan dan keinginan hanya kepada Allah Swt.

HATI TENANG,JIKA SELALU BERSAMA ALLAH

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.Orang –orang yang beriman dan beramal shaleh,bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik”
(QS.Al-Ra’du:28-29)
“Perbanyaklah olehmu mengingat Allah dalam setiap keadaan.Karena tidak ada suatu amal yang lebih disukai Allah,dan tidak ada yang lebih mampu melepaskan hamba dari bencana apapun didunia dan diakhirat,daripada mengingat Allah”
(HR.ath-Thabrani)

JIKA TELAH MERASAKAN MANISNYA IMAN

“Ada tiga perkara,siapa yang memilikinya,maka ia kan merasakan manisnya iman,yaitu: Mencintai Allah dan rasul-Nya melebihkan melebihi segalanya.Mencintai seseorang hanya karena Allah.Enggan untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah,sebagaimana ia enggan bila dilemparkan kedalam api neraka”
(HR.Bukhari-Muslim,dari Anas).